Ketum MUI Kota Medan Harapkan MTQ ke-59 Semakin Meneguhkan Nilai-Nilai Qurani pada Masyarakat
Ketum MUI Kota Medan Ustadz Hasan Matsum Kunjungi Aceh Tamiang: Silaturahim dan Berbagi di Akhir Ramadhan
MUI Kota Medan Gelar Berbuka Puasa Bersama, Ketum Ustadz Hasan Matsum Ingatkan Rajut Ukhuwah dan Jaga Kondusivitas
Ketua MUI Kota Medan Ustadz Hasan Matsum Dukung Penataan Lokasi Daging Non-Halal
Agenda Ibadah Sunnah di Ramadhan
MUI Kota Medan Gelar Seminar Hukum Pidana Mati dan Komutasi Hukuman Mati dalam KUHP Baru
Bertaubat
Oleh Muhammad Syukri Albani Nasution
Pertanyaan:
Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah diberikan tempat kepada setiap Mukmin untuk bertaubat, Bagaimana merealisasikan taubat tersebut?
Jawab:
Kemuliaan bulan Ramadan tidak hanya terletak pada kemampuan seorang mukmin untuk berpuasa, namun kemuliaan berpuasa tersebut akan sempurna bilamana diiringi dengan kemampuan mengkoreksi semua perbuatan di masa lalu, kemudian menyesali dan seterusnya berjanji tidak mengulangi. Di sinilah letak Taubat itu menjadi energi bagi seorang mukmin.
Allah atas kasih sayangnya kepada orang yang berpuasa dan orang-orang yang menggunakan semua waktu selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, akan memberikan keampunan atas setiap tobat yang munajatkan. Maka di sinilah letak seorang mukmin itu berusaha untuk merubah keadaan di waktu yang tersisa, dan saat itu dia akan meminta pertolongan dari allah untuk diberi kehidupan di masa mendatang yang jauh lebih baik.
Yang dikejar oleh setiap Mukmin selepas Ramadan adalah kemampuan mengakses kebaikan dan kemanfaatan dalam setiap kehidupannya. Semua perbuatan yang salah akan terselip dosa di dalamnya yang membuat seorang mukmin bertaubat cenderung meninggalkan dan merasa risih kepada dosa tersebut.
Kemenangan pertama akan didapati oleh setiap mukmin yang sudah berhasil menjauhkan dirinya dari dosa-dosa tersebut. Disinilah secara aplikatif seorang mukmin mendapati derajat ketaqwaan.
Tidak ada alasan bagi kita yang sedang menikmati semua ibadah di bulan Ramadan ini untuk tidak mengiringinya dengan bertaubat, menyesali semua perbuatan yang salah dan sia-sia, untuk selanjutnya beradaptasi dengan masa kehidupan mendatang, dan mengisinya pada sesuatu yang jauh lebih manfaat.