Ketum MUI Kota Medan Harapkan MTQ ke-59 Semakin Meneguhkan Nilai-Nilai Qurani pada Masyarakat
Ketum MUI Kota Medan Ustadz Hasan Matsum Kunjungi Aceh Tamiang: Silaturahim dan Berbagi di Akhir Ramadhan
MUI Kota Medan Gelar Berbuka Puasa Bersama, Ketum Ustadz Hasan Matsum Ingatkan Rajut Ukhuwah dan Jaga Kondusivitas
Ketua MUI Kota Medan Ustadz Hasan Matsum Dukung Penataan Lokasi Daging Non-Halal
Agenda Ibadah Sunnah di Ramadhan
MUI Kota Medan Gelar Seminar Hukum Pidana Mati dan Komutasi Hukuman Mati dalam KUHP Baru
Tanya:
Assalamu’alaikum, wr, wb.
Pak Ustadz, Setan diciptakan dari api. Neraka juga isinya api. Berarti kalau setan di masukkan ke dalam neraka, bisa jadi setan tak akan mengalami siksa. Bagaimana pemahaman yang benar tentang setan dimasukkan ke neraka? Terima kasih.
Wassalamu’alaikum, wr, wb.
(Raudha, Tanjung Morawa)
Jawab:
Wa’alaikumsalam, wr, wb.
Benar sekali bahwa setan itu diciptakan dari api. Hal itu memang Allah katakan dengan tegas di dalam Al-Quran. Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".(QS. Al-A'raf: 12)
Namun setelah diciptakan, setan itu kemudian menjadi jenis makhluq baru yang bukan lagi sebagai api. Api itu hanyalah bahan baku, tetapi setan itu sudah bukan lagi api. Maka sifat api yang panas dan membakar itu tetap menjadi siksaan dan azab bagi setan. Begitu juga dengan manusia, meski diciptakan dari tanah, bukan berarti manusia itu adalah tanah. Manusia adalah manusia, sebuah jenis makhluk baru dan bukan lagi tanah. Dan manusia sangat mungkin untuk disiksa dengan tanah.
Kalau dipendam hidup-hidup di dalam tanah, manusia pasti mati. Seperti yang dialami oleh bayi-bayi perempuan di zaman jahiliyah dimana mereka dibunuh dengan cara dikubur hidup-hidup. Bahkan prosesi hukum rajam itu pada hakikatnya adalah menghabisi nyawa manusia dengan menggunakan batu, di mana batu itu adalah bagian dari tanah.
Demikian juga dengan setan, mereka sangat mungkin disiksa dengan api, meski mereka terbuat dari api. Bahkan banyak setan yang sekarang ini sudah dirajam dengan api. Silahkan baca firman Allah SWT, “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”(QS. Al-Mulk: 5)
Wallahu a'alm bishshawab
Wassalamu 'alaikum, wr, wb.
Suaif Rizal, S.Pd.I
Anggota Komisi Informatika dan Komunikasi MUI Kota Medan
(Tulisan ini telah terbit di harian Waspada pada tanggal 03 Mei 2021)